TPS B3: Standar Penyimpanan Sementara yang Harus Dipenuhi Perusahaan

  • Home
  • TPS B3: Standar Penyimpanan Sementara yang Harus Dipenuhi Perusahaan
September 29, 2026 0 Comments

TPS B3: Standar Penyimpanan Sementara yang Harus

Setelah hujan deras, seorang staf HSE berkeliling memeriksa TPS dan menemukan genangan tipis di dekat pintu. Atap tidak bocor, tetapi air masuk dari sisi bawah dan menyentuh dua drum yang berdiri di lantai tanpa palet. Tidak ada pelanggaran besar yang tampak, hanya beberapa detail konstruksi yang menentukan apakah sebuah TPS B3 benar-benar melindungi limbah atau hanya menampungnya.

Artikel ini menyusun standar penyimpanan sementara sebagai daftar pemeriksaan yang bisa Anda pakai untuk mengaudit TPS yang ada atau menilai rencana TPS baru. Anda akan menemukan ketentuan yang dapat dirujuk ke sumber resmi, tiga bentuk fasilitas beserta trade-off-nya, tanda peringatan, dan pertanyaan yang perlu diajukan kepada kontraktor atau vendor sebelum pembangunan.

Rujukan utamanya adalah Permen LHK Nomor 6 Tahun 2021 tentang tata cara dan persyaratan pengelolaan limbah B3, yang memuat standar penyimpanan pada Pasal 52 dan muatan rincian teknis pada Pasal 53, dengan pembagian penerapan menurut jenis usaha pada Pasal 51. Rincian pasal, angka, dan perubahan terbaru perlu diverifikasi langsung di sumber resmi.

Staf HSE memeriksa ambang pintu dan drainase TPS limbah B3 setelah hujan

Ketentuan yang Dapat Dirujuk ke Sumber Resmi

Berdasarkan teks Permen LHK 6/2021 yang dapat dibaca pada sumber resmi, beberapa persyaratan berikut berlaku untuk fasilitas penyimpanan berupa bangunan.

  • Rancang bangun disesuaikan dengan jenis, karakteristik, dan jumlah limbah B3 yang disimpan.
  • Luas ruang penyimpanan disesuaikan dengan jumlah limbah B3.
  • Desain dan konstruksi harus mampu melindungi limbah dari hujan dan tertutup.

Untuk fasilitas berupa tangki dan/atau kontainer, ketentuan yang tercantum antara lain dibangun di atas permukaan tanah dengan lantai kedap air, memiliki tanggul dan saluran menuju bak penampung tumpahan yang mampu menampung sedikitnya 110% dari total kapasitas tangki atau kontainer, serta terbuat dari bahan yang cocok dengan karakteristik limbah dan tidak mudah pecah atau bocor.

Dari sisi kemasan dan penempatan, limbah yang disimpan pada bangunan dikemas sesuai jenis, karakteristik, dan kompatibilitasnya, dengan mempertimbangkan kemungkinan pengembangan volume, pembentukan gas, atau kenaikan tekanan. Kapasitas penyimpanan harus memperhatikan jumlah limbah yang dihasilkan dan masa simpannya. Sebuah rangkuman persyaratan rincian teknis dari instansi lingkungan daerah juga menyebut bahwa penempatan limbah mudah menyala bersama limbah karakteristik lain dalam satu TPS mensyaratkan pembatas berupa dinding dengan spesifikasi tertentu. Karena rinciannya bersifat teknis, rujuk teks lengkap peraturan dan panduan resmi.

Tiga Bentuk Fasilitas dan Trade-off-nya

Peraturan mengenal beberapa bentuk fasilitas penyimpanan, seperti bangunan, tangki, silo, kolam, dan tempat penumpukan. Untuk kebanyakan penghasil di sektor manufaktur, jasa, dan kawasan, tiga bentuk pertama yang paling relevan adalah bangunan permanen, kontainer modular, dan penyimpanan dalam tangki.

BentukKelebihanKekuranganCocok Untuk
Bangunan permanenBisa disesuaikan ukuran dan pembagian ruang, tahan lamaBiaya konstruksi dan waktu lebih besar, sulit dipindahkanPabrik dengan timbulan stabil dan lahan tetap
Kontainer modularCepat dipasang, bisa dipindah, cocok untuk timbulan sedangVentilasi dan pengaturan suhu perlu perhatian khusus, ruang gerak terbatasUsaha yang lokasinya bisa berubah atau butuh solusi cepat
Tangki penyimpananEfisien untuk limbah cair dalam volume besarPerlu bahan tangki yang cocok, tanggul, dan penampung tumpahan besarLimbah cair sejenis dalam jumlah besar

Tidak ada pilihan yang benar untuk semua. Kesalahan yang sering muncul adalah memilih bentuk berdasarkan harga awal tanpa menghitung karakteristik limbah, jumlah, dan masa simpan.

Daftar Pemeriksaan Audit TPS

Gunakan daftar berikut saat berkeliling. Item yang bersumber langsung dari peraturan sudah disebut di atas. Item lain adalah praktik lapangan yang lazim dan perlu dicocokkan dengan persetujuan lingkungan serta ketentuan setempat.

ItemYang DiperiksaCara Verifikasi
Perlindungan hujanAtap, dinding, dan ambang pintu mencegah air masukInspeksi setelah hujan, periksa jejak air
LantaiKedap dan tanpa retak yang menembusPeriksa visual, uji tumpahan air bila perlu
Penampung tumpahanKapasitas sesuai ketentuan untuk tangki/kontainerHitung volume penampung terhadap total kapasitas
PemisahanLimbah tidak kompatibel tidak berdekatanBandingkan penempatan dengan matriks kompatibilitas
KemasanSesuai karakteristik, tidak bocor, tertutupPeriksa kondisi, tutup, dan labelnya
Simbol dan labelTerpasang pada kemasan dan/atau areaPeriksa kesesuaian dengan karakteristik limbah
Peralatan daruratPemadam, spill kit, APD tersedia dan berfungsiCek tanggal kedaluwarsa dan lokasi
AksesTerkunci, hanya petugas berwenangPeriksa kunci dan daftar akses
Kapasitas dan batas simpanJumlah tidak melebihi kapasitas, tanggal batas tercatatCocokkan logbook dengan kondisi fisik

Batas Waktu Simpan sebagai Bagian dari Standar

Standar TPS tidak hanya soal bangunan. Ada juga batas waktu penyimpanan. Sumber resmi menyebut batas 90 hari sejak limbah dihasilkan untuk timbulan 50 kg per hari atau lebih, 180 hari untuk kategori 1 yang dihasilkan kurang dari 50 kg per hari, dan 365 hari untuk kategori 2 dalam kondisi tertentu. Klasifikasi limbah menentukan batas mana yang berlaku, sehingga identifikasi harus lebih dulu tuntas.

Tanda Peringatan pada TPS yang Tampak Baik

  • Lantai berlapis cat mengilap, tetapi retakan halus menembus ke bawah.
  • Penampung tumpahan ada, tetapi kapasitasnya tidak pernah dihitung.
  • Drum bertumpuk melebihi tinggi aman tanpa rak.
  • Simbol terpasang, tetapi tidak cocok dengan isi.
  • Spill kit ada di gudang lain, bukan di TPS.
  • Pintu TPS sering terbuka karena kunci hilang.
  • Kapasitas TPS dirancang untuk timbulan lama, padahal produksi meningkat.

Pertanyaan untuk Kontraktor atau Vendor Pembangun TPS

  • Apakah rancangan didasarkan pada daftar limbah, jumlah, dan masa simpan kami?
  • Bagaimana perhitungan kapasitas dan penampung tumpahan?
  • Apakah bahan lantai dan kemasan cocok dengan karakteristik limbah kami?
  • Apakah ada pemisahan untuk limbah mudah menyala dan tidak kompatibel?
  • Bagaimana rancangan dokumentasi yang akan mendukung rincian teknis?
  • Siapa yang bertanggung jawab bila ada ketidaksesuaian setelah selesai?

Contoh Skenario: Audit Cepat dalam Satu Jam

Contoh skenario (simulasi): tim HSE membawa daftar pemeriksaan di atas dan mengunjungi TPS. Dalam satu jam mereka menemukan bahwa tiga drum pelarut berada dekat drum lain yang tidak kompatibel, penampung tumpahan belum pernah dihitung kapasitasnya, dan dua kemasan sudah melewati tanggal batas simpan. Ketiga temuan dicatat, diberi penanggung jawab dan tenggat. Pola audit singkat seperti ini dapat diulang tiap bulan.

Langkah Menyiapkan TPS yang Memenuhi Standar

  1. Tuntaskan identifikasi dan kategori limbah beserta perkiraan timbulan.
  2. Hitung kapasitas dari timbulan dan masa simpan yang direncanakan.
  3. Pilih bentuk fasilitas yang sesuai karakteristik dan jumlah.
  4. Rancang tata letak dengan pemisahan dan penampung tumpahan.
  5. Siapkan gambar dan uraian untuk dokumen rincian teknis.
  6. Bangun atau modifikasi, lalu uji dengan daftar pemeriksaan.
  7. Tetapkan jadwal inspeksi rutin dan penanggung jawab.
Inspektur memeriksa parit penampung tumpahan di dalam TPS limbah B3

Internal Link Utama: [LINK KE HALAMAN LAYANAN IZINHIJAU — anchor: konsultan izin dan kepatuhan TPS limbah B3]

Internal Link Terkait: [LINK KE ARTIKEL — anchor: apa itu TPS B3]

Internal Link Terkait: [LINK KE ARTIKEL — anchor: desain dan kapasitas TPS limbah B3]

Internal Link Terkait: [LINK KE ARTIKEL — anchor: rincian teknis limbah B3]

Tautan Resmi: [Portal JDIH KLHK — jdih.menlhk.go.id — Permen LHK 6/2021, Pasal 51 sampai 53 dan ketentuan fasilitas penyimpanan]

Kesimpulan

TPS yang memenuhi standar dinilai dari detail: perlindungan hujan, lantai, penampung tumpahan, pemisahan, kemasan, dan batas simpan, bukan dari kesan bangunan yang rapi. Audit dengan daftar pemeriksaan dan pemilihan bentuk fasilitas yang sesuai karakteristik limbah menghindarkan Anda dari perbaikan mahal setelah pembangunan.

Bila Anda sedang membandingkan rencana atau kontraktor TPS: kirimkan daftar limbah, perkiraan timbulan, dan gambar atau foto TPS yang ada. Dari data itu dapat ditinjau kesesuaian rancangan dengan ketentuan penyimpanan dan celah yang perlu dibenahi sebelum pembangunan atau perubahan.

🏗️🌱 URUS IZIN LINGKUNGAN MUDAH DAN CEPAT BERSAMA IZINHIJAU!
✅ Survey Lokasi GRATIS  |  ✅ Estimasi Biaya Transparan
✅ Progress Report Berkala  |  ✅ Tim Profesional Jabodetabek
📞 Hubungi Kami Sekarang! | 🌐 www.izinhijau.com

Rekomendasi Artikel Terkait

  • TPS B3 Adalah Apa? Fungsi, Konstruksi, dan Persyaratan Dasarnya
  • TPS Limbah B3: Desain, Kapasitas, Label, dan Sistem Penyimpanan
  • Izin TPS Limbah B3: Syarat dan Dokumen Teknis yang Harus Disiapkan
  • Cara menghitung penampung tumpahan untuk drum dan kontainer (placeholder judul)

Categories:

Leave Comment