Industri pengolahan makanan dan minuman (F&B) adalah salah satu sektor dengan volume limbah cair tertinggi di Indonesia. Namun demikian, banyak pelaku industri F&B yang masih mengabaikan atau menunda pengurusan Pertek (Persetujuan Teknis) Pembuangan

Proyek kawasan industri membutuhkan investasi besar sejak tahap perizinan. Salah satu komponen biaya yang sering membebani adalah proses AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Namun demikian, banyak pengembang tidak menyadari bahwa biaya AMDAL kawasan

Sidang AMDAL adalah momen paling menentukan dalam seluruh proses perizinan lingkungan. Namun demikian, banyak pemrakarsa yang memasuki sidang hanya bermodal dokumen tebal tanpa strategi negosiasi teknis yang matang. Akibatnya, sidang yang seharusnya bisa

Industri kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia sedang berada pada fase pertumbuhan yang sangat pesat. Klinik kecantikan estetika, spa perawatan tubuh, dan pusat dermatologi bermunculan di berbagai kota, dari mal premium hingga ruko

Di antara belasan kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Karawang sudah lama dikenal sebagai barometer kemudahan berusaha untuk industri manufaktur. Ribuan pabrik dari berbagai sektor telah beroperasi di kawasan ini, termasuk ratusan pabrik makanan

Transisi energi menuju energi terbarukan adalah agenda nasional yang tidak bisa ditunda. Di tengah gelombang investasi energi surya yang terus meningkat, satu pertanyaan krusial sering kali luput dari perhatian para developer: apakah proyek

Setelah berbulan-bulan menyusun dokumen AMDAL, banyak pemrakarsa proyek mengalami satu kejadian yang paling dihindari: dokumen ditolak oleh Komisi Penilai AMDAL. Dalam sebagian besar kasus, penolakan tidak terjadi pada bagian Rona Lingkungan Hidup Awal

Indonesia adalah salah satu negara dengan produksi perikanan terbesar di dunia. Namun, di balik potensi ekonomi yang luar biasa ini, terdapat satu aspek yang kerap diabaikan oleh pelaku industri, yaitu kepatuhan izin lingkungan.

Selama ini, banyak pelaku industri memandang PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) sekadar sebagai kewajiban regulasi yang membebani. Namun demikian, paradigma ini sudah tidak relevan di era bisnis modern. Selanjutnya,

Industri pengolahan karet di Indonesia menghadapi tantangan lingkungan yang tidak sederhana. Selanjutnya, limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan karet alam — baik crumb rubber, RSS (Ribbed Smoked Sheet), maupun lateks pekat —